Siapa Kuras Dana Otsus Konpensasi Konflik Aceh, Bagaiman Hak Mantan GAM Tiap Bulannya?

Redaksi 21 Agustus 2021 | 15:01 31
Siapa Kuras Dana Otsus Konpensasi Konflik Aceh, Bagaiman Hak Mantan GAM Tiap Bulannya?

Tarmizi Age

Oleh : Tarmizi Age
Mantan Aktivis GAM Denmark

Dana Otsus yang merupakan Dana Konpensasi konflik Aceh - Indonesia, harusnya bisa memberi dampak secara ekonomi bagi para mantan pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM).B erdasar informasi yang didapat Tarmizi Age yang akrab disapa Al-Mukarram oleh para teman-temannya dalam GAM, bahwa "Total Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang sudah diterima Aceh, sejak tahun 2008 - 2019 sudah mencapai angka Rp73,32 triliun," ujarnya.

Pertanyaannya, Siapa Kuras Dana Otsus Konpensasi Perang Aceh itu, Untuk Mantan Pejuang GAM Dapat Berapa dan Siapa Saja Yang Sudah Menerimanya? Pemerintah Nova Iriansyah diharap sadar itu uang yang sangat sensitif, hati-hati penggunaanya harus tepat. Apa lagi dengan adanya satu kondisi, dimana mantan GAM tidak dapat hak dari uang konpensasi atau dana Otsus tersebut, ini sangat tidak adil, ini tidak fair, kenapa pejuang tidak ada yang peduli.

Kalau orang GAM tidak dapat, sementara orang-orang pemerintah di bawah Gubernur Nova Iriansya bisa dapat melalui anggran, bisa beli mobil walau itu disebut mobil kantor, tapi uangnya kok bisa pakai dana hasil darah bangsa, menyedihkan kami itu, lho pak, kata Tarmizi Age. Yang harus dipikirkan sebenarnya bukan beli mobil pejabat, tapi untuk para mantan GAM seluruh Aceh, harus diberi berapa setiap bulannya. Sampai kapan para mantan GAM yang tersebar di seluruh Aceh, di seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia harus menunggu keadilan yang meliputi hak-hak mereka. Hak anak mereka, hak isteri mereka, bahkan hak anggota GAM yang telah wafat yang pernah di sebut dana diyat

Kemudian hak korban, hak anak korban, hak isteri korban yang harus menderita karena konflik di Aceh. Pemerintahan Aceh dalam hal ini Gubernur Aceh, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan Wali Nanggroe kelihatannya tidak terlalu peduli dengan masaalah yang menimpa dan dihadapi manta GAM yang notabene mereka adalah pejuang sejati. Dana Otsus ini lahir karena ada konflik, karena ada orang-orang yang yang bergabung dengan GAM,  karena adanya korban, bahkan karena ada yang harus mendekam dalam penjara, jelas Tarmizi Age DPRA  jangan lalai, segera buat qanun yang mengatur tentang berapa konpensasi untuk setiap mantan anggota GAM setiap bulan dari dana Otsus, tegas Tarmizi Age

Berapa hak untuk isteri mantan anggota GAM yang sudah meninggal, berapa untuk setiap anak-anak mereka perbulan, ini harus segara dijadikan Qanun, kalau memang DPRA, Gubernur dan Wali Nanggroe sayang sama pejuang Aceh atau pejuang GAM.Begitu juga berapa konpensasi yang harus di bayar kepada para korban konflik setiap bulan, kepada isteri korban bagi yang suaminya sudah meninggal. Berapa untuk setiap anak mereka perbulan dan lain-lain yang berhak, jangan hanya mengatakan sayang di mulut, sementara qanun dan aturannya tidak kunjung dibuat, implementasi yang membuat para mantan pejuang GAM terbantu tidak ada, itu sama aja konyol.

Miris memang, jika benar uang konpensasi perang atau dana Otsus  dibeli mobil untuk dipakai oleh orang dikantor pemerintah, sementara kita yang mantan anggota GAM tidak dapat merasakan apa-apa. Apa sebenarnya yang di kerjakan pemerintahan Aceh, Gubernur Aceh, DPRA dan Wali Nanggroe, sehinga mantan GAM ada yang masih harus menjadi tukang panjat kelapa (tueng upah ek Ue-red) untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka.

DPRA, Gubernur dan Wali Nanggroe Tolonglah pikirkan hak pejuang GAM, sehingga kehidupan mereka bisa sedikit sejahtera, sebab karena merekalah saudara-saudara bisa begini hari ini, Tarmizi Age mengingatkan. Namun, apabila pemerintahan Aceh mengatakan bahwa konpensasi ada yang sudah diberikan setiap bulan, untuk siapa saja, tinggal diumumkan ke publik, siapa Mantan Pejuang GAM yang sudah menerimanya dan dapat berapa setiap mereka. (*)