Hutanku

Redaksi 05 Agustus 2019 | 11:05 89
Hutanku

Istimewa

Oleh : Zulfahri dan Muhardiansyah
Pemuda penikmat sastra


Tuhan,
Lihatlah betapa rakusnya kaum kapitalis di negeri ini
Mereka tak mau kalah dengan kaum brutal lain di negeri yang lain.

Rasanya hati ini teriris menangis
Melihat gersangannya dunia kita.
Hutanku yang dulu subur kini sudah tandus di buatnya.
Alamku yang dulu bagus sekarang sudah kusut di sulamnya.

Sekarang di negri ini tidak ada lagi nyanyian satwa.
Burung-burung sudah di ekspor keluar negara, 
yang tinggal hanya patung burung yang di impor dari lain kota.

Hutanku sudah seperti selir di abad ini
Memuaskan berahi untuk mereka  yang membeli.