Diakah Bidadari ?

Redaksi 31 Januari 2020 | 11:21 49
Diakah Bidadari ?

Siti Zahara Tarmizi

Diakah Bidadari ?

Kencangnya angin membuat dedaunan beterbangan
Pintu mulai terbuka lebar
Hening, sepi
 

Pada kemana para penghuni?
Dia yang tertutup rapi
Terduduk sopan diatas kursi
Terdiam bukan bisu


Tidak peduli bukan sombong
Dipegangnya kitab suci Ilahi
Terbisik doa dari mulutnya
Butir mata meluncuri


Teringat akan duniakah?
Ingin menguburkan dirikah?
Tiada insan yang tau
Hanya Allah yang maha mengetahui


Diakah...
Diakah yang selama ini ku cari
Yang membuat para bidadari merindukannya
Yang membuat para ikhwan menunduk melihatnya
Tunggu aku..
Datang mengkhitbahmu
Wahai bidadariku

 ***   

Banjir Melanda Bumi

Awan putih dilangit biru
Mentari jingga bercahaya
Rembulan bersinar dikala malam


Ditemani oleh sang bintang
Namun ia tak berjanji akan selamanya terang
Ia bisa kelam
Diketika hujan lebat disertai gemuruh besar


Sekuat besi ia bertahta
Namun keadaan menjatuhkannya
Ingin berteriak sekerasnya
Namun sang alam menyuruhnya diam
Ingin berlari sejauhnya


Namun lebatnya hujan membuatnya terhenti
Ah, ia menyerah saja
Sang banjir pun melanda bumi

***

Hujan

Hujan...
Bukan tentang ia yang duluan membasahi
Bukan tentang ia yang memberi kesejukan
Bukan tentang ia yang menyebabkan banjir

Hujan...
Tentang ia yang menghadirkan pelangi
Mengelilingi langit dengan keindahannya
Begitulah persahabatan indah tak terperi

Akankah jadi pelangi?
Ku harap tidak
Indahnya pelangi hanya sementara
Ku harap,
Persahabatan kita sampai ke Jannah-Nya

Hujan...
Hujan bahagaiku yang sederhana
Menggambarkan keindahan
Bukan hanya tentang rintikannya

Karya : Sitti Zahara Tarmizi
Dari : Ulee Gle - Pidie jaya
Santri Pesantren Manyang Al-jamiliah Samalanga