Salahkah

Redaksi 27 Juni 2020 | 10:50 80
Salahkah

Nurul Filma Anum Mahasiswi UIN AR-RANIRY Prodi Aqidah dan Filsafat Islam

Karya Nurul Filma Anum

Mahasiswi UIN AR-RANIRY Prodi Aqidah dan Filsafat Islam

Mentari telah terbit pertanda hari sudah pagi
Hela napas terdengar keras di pagi yang sunyi 
Semangatku seakan hilang dalam raga ini
Letih dan sedih selalu singgah tanpa permisi
Merasa diri tak berteman sepanjang hari
Luapan Emosi tak dapat ku bendung lagi
Berharap seseorang datang menghampiri 
        *
Sorotan mataku tertuju dalam kotak di atas tumpukan jerami
Kudekati ternyata rezeki dari Sang Ilahi
Kudapati seorang bayi mungil menghisap jari
Rasa sesak terasa didada ini
Melihat bayi ditinggal sendiri
Kupeluk erat sembari kubawa pergi
Takkan kubiarkan bayi mungil ini sendiri

Senyuman yang terpancar diwajahnya seakan berterimakasih 
Semangatku yang hilang kini telah kembali
Rasa syukur terucap dibibir ini
Karena sekarang diri ini takkan sendiri
            *
Ketika mentari telah permisi
Terdengar bisikkan yang menyayat hati
Kudekati dinding yang seolah memanggil diriku untuk pergi
Ternyata cibiran pahit untuk diriku ini
Begitulah hari demi hari kulalui setelah berbagi kasih dengan bayi ini
Sekuat tenaga kulangkahkan kaki untuk pergi
Menghindari cibiran orang sana sini
Bagaikan daging tertusuk duri
Tak tampak tapi terasa sakit sekali
Ingin ku berlari tapi kaki takkan mampu lagi

Salahkah aku memelihara bayi ini?
Yang menangis ditumpukan jerami
Mengharap hidup indah dan pelukkan ibu saat sendiri
Biarlah mereka yang menghina diriku yang dianggap tak suci
Ku relakan diri ini menjadi objek untuk dicaci
Takkan kubiarkan bayi lucu yang suci ini
Menerima cacian pahit seorang diri