Kue Keukarah Tradisional Dari Provinsi Aceh

Redaksi 25 Agustus 2021 | 09:49 20
Kue Keukarah Tradisional Dari Provinsi Aceh

Kue Keukarah

Oleh : Debby Futri Sahara
Mahasiswi UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Mengenal banyak kuliner di Aceh, tentunya tidak terlepas dari beberapa kue tradisional, salah satunya seperti Kue Karah atau biasa disebut sarang burung,  kue ini memiliki cita rasa khas dengan berbagai bentuk yang unik, dan pastinya masih menggunakan alat tradisional turun temurun untuk membuat kue tradisional Aceh

Kue keukarah merupakan salah satu sajian kuliner tradisional khas Meulaboh, Aceh Barat. Kue ini sangat terkenal dari masa ke masa.  ini terbuat dari campuran tepung beras dan santan kelapa yang menghasilkan cita rasa manis, renyah dan gurih. Dibuat dalam berbagai macam bentuk yang unik, seperti bundar, lemping, dan segi tiga, kue karah juga biasa disebut kue sarang burung karena teksturnya menyerupai serabut. bagi yang berkunjung ke Meulaboh, belum sah rasanya jika belum mencoba renyahnya karah yang dijadikan sebagai oleh-oleh khas daerah tersebut.

Adapun resep olahan turun temurun ini tak pernah pudar karena sering kali disajikan pada saat acara adat dan kenduri Aceh, seperti pesta pernikahan sebagai hantaran dari pihak pengantin laki-laki (linto baro) kepada pihak pengantin perempuan (dara baro dengan ukuran yang lebih besar dari ukuran biasanya.

Tidak hanya sebagai hantaran pernikahan, karah juga disajikan pada saat menjelang hari raya Idul Fitri dan Idul Adha yang hanya menghitung beberapa hari lagi.

Salah seorang pengrajin kue karah ini, Maisarah yang memulai usahanya sejak tahun 1983 di Desa Peunaga, Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat, menyebutkan, kerajinan membuat kue karah merupakan rutinitas ibu-ibu rumah tangga kawasan Peunaga, hingga dapat memproduksi 500 kue karah perhari.

“Ini resep dari mendiang orang tua saya terdahulu, saya belajar dari awal hingga sekarang menjadikan karah sebagai mata pencaharian, anak cucu juga saya ajarkan sehingga mereka juga bisa membuatnya,”ujar Maisarah sambil menyalin karah yang sudah matang.

Alat pembuatan kue Karah masih sangat tradisional yaitu menggunakan tempurung kelapa yang memiliki 6 lubang kecil sebagai acuan adonan tepung beras, serta sepasang kayu sebagai spatula untuk membentuk kue karah sesuai keinginan, dan terakhir tempurung yang di lubangi satu titik untuk meniriskan minyak dari kue karah yang sudah matang.

Dalam proses penggorengan kue karah langkah pertama, adonan tepung beras di masukkan ke tempurung yang akan diputar pelahan hingga membentuk lingkaran kecil di atas minyak, langkah kedua menunggu hingga warna kekuningan setelah itu membentuk kue sesuai keinginan menggunakan spatula, dan langkah terakhir kue di angkat dan tiriskan di dalam tempurung.

Harga jual kue karah seribu rupiah satuannya. Pendisribusian Kue karah tidak hanya dikawasan Aceh tetapi juga diluar Aceh seperti Medan, Padang, Jakarta, hingga sudah mengudara ke negeri Belanda. (*)