Ahmad Yani minta PT Mifa jangan banyak Drama Saat Disorot, Apalagi yang Cari Muka dan Jadi Pahlawan Kesiangan!

24 Mar 2025 - 16:37
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Ahmad Yani, S.AB.
2 dari 3 halaman

"Saat nelayan mengeluh jaring mereka sering tersangkut batu, mana tanggung jawab perusahaan? Jangan hanya bicara investasi tapi menutup mata terhadap masalah yang ditimbulkan," ujarnya dengan nada kecewa.

Ahmad Yani turut menyoroti penggunaan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) oleh perusahaan. Menurutnya, biaya sewa yang dibayarkan PT Mifa sudah terlalu lama stagnan dan perlu disesuaikan.

"Sepuluh tahun lalu hanya Rp 202 juta. Sekarang, ketika kami meminta kenaikan yang wajar sesuai perkembangan zaman, malah ada drama. Seharusnya perusahaan paham bahwa ini demi kepentingan daerah," tegasnya.

Lebih lanjut, ia mempertanyakan efektivitas program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Mifa. "Jangan sekadar seremonial! Tunjukkan satu kelompok atau organisasi binaan CSR yang benar-benar mandiri dan berkembang karena program ini," tantangnya lagi.

Tak ketinggalan, Ahmad Yani juga menyindir pihak-pihak yang menurutnya terlalu cepat membela perusahaan tanpa memahami situasi di lapangan.