Menurut penyelenggara, kompetisi ini bukan hanya hiburan, melainkan juga kesempatan untuk mengumpulkan data penting guna mengembangkan aplikasi robot di bidang industri, seperti operasi jalur perakitan yang membutuhkan koordinasi antarunit.
China diketahui tengah menggelontorkan miliaran dolar untuk riset dan pengembangan humanoid, seiring tantangan populasi yang menua dan persaingan dengan Amerika Serikat dalam teknologi canggih. Dalam beberapa bulan terakhir, Negeri Tirai Bambu juga telah menyelenggarakan maraton robot humanoid pertama di dunia, konferensi robotika, serta membuka toko khusus robot humanoid.
Analis Morgan Stanley menyebut lonjakan minat publik dalam acara robotika belakangan ini menunjukkan bahwa masyarakat China mulai benar-benar merangkul teknologi kecerdasan buatan yang diwujudkan dalam bentuk robot. [aga]