OpenAI Siapkan Fitur Parental Control di ChatGPT Usai Digugat Terkait Kasus Bunuh Diri Remaja

3 Sep 2025 - 16:57
2 dari 3 halaman

Fitur ini muncul setelah OpenAI menerima gugatan hukum pertama terkait kasus bunuh diri seorang remaja pada April lalu. Gugatan tersebut dilayangkan ke pengadilan San Francisco, AS, pada Selasa (26/8/2025) oleh orangtua Adam Raine, remaja 16 tahun asal AS. Mereka menuding ChatGPT telah memberikan panduan tentang cara mengakhiri hidup.

Menurut laporan, setelah kematian Adam, orangtuanya menemukan riwayat obrolan dengan ChatGPT di iPhone milik anak mereka, dengan judul “Hanging Safety Concerns”. Riwayat itu menunjukkan bahwa Adam sudah lama berbincang tentang bunuh diri dengan chatbot tersebut.

Awalnya, Adam memakai ChatGPT untuk tugas sekolah, tetapi lama-kelamaan percakapan beralih pada perasaan putus asa, kehilangan, dan rencana bunuh diri. Adam diketahui sedang menghadapi tekanan berat setelah ditinggal nenek dan anjing kesayangannya, dikeluarkan dari tim basket sekolah, serta masalah kesehatan yang membuatnya harus pindah ke sekolah daring.

Dalam kondisi itu, ChatGPT disebut kadang memberi dukungan positif, misalnya menyarankan Adam menghubungi layanan darurat atau berbicara dengan orang terdekat. Namun, menurut gugatan, chatbot tersebut di beberapa kesempatan justru melakukan sebaliknya. ChatGPT diduga pernah memberikan penjelasan detail soal metode gantung diri, bahkan memberi saran agar Adam bisa menyamarkan bekas luka di leher jika percobaan bunuh diri tidak berhasil.

Dalam salah satu percakapan terakhir, Adam mengirimkan foto tali dengan simpul gantung di lemari kamar, lalu bertanya, “Saya berlatih, apakah ini sudah benar?”. ChatGPT diduga menjawab, “Ya, itu tidak buruk sama sekali”.

Orangtua Adam menilai ChatGPT lalai melaksanakan tanggung jawab utamanya untuk melindungi pengguna. “ChatGPT membunuh anak saya,” kata Maria Raine, ibu Adam, dalam gugatan itu.