Zakat Rp180 Juta dari Kemenag Kota Diterima Pemko Banda Aceh sebagai Bentuk Kepedulian untuk Umat
Illiza juga mengapresiasi inovasi Baitul Mal dalam menggali potensi zakat, baik dari kalangan ASN maupun masyarakat. Ia berharap Kemenag dapat menjadi pelopor dakwah zakat dan mendorong para pengusaha serta masyarakat luas untuk berzakat melalui lembaga resmi.
“Kakankemenag telah memberi contoh yang luar biasa. Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi lembaga lain untuk menyalurkan zakat melalui Baitul Mal,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Banda Aceh, H Salman, M.Pd, menjelaskan bahwa zakat tersebut
dikumpulkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag. Ia mengakui bahwa tahun ini terjadi sedikit penurunan jumlah zakat akibat penyesuaian qanun tentang nishab zakat yang baru diberlakukan.
“Kami ingin transparan agar para muzakki merasa tenang. Zakat yang mereka tunaikan telah disalurkan secara tepat kepada fakir miskin,” ujarnya.
Salman menegaskan, Kemenag Banda Aceh berkomitmen mendukung penuh Baitul Mal dalam penyaluran zakat pegawai secara rutin. Ia optimis, jika pendapatan pegawai meningkat di masa mendatang, maka nilai zakat yang disalurkan juga akan bertambah.
Selain zakat, Kemenag Banda Aceh juga sedang menggiatkan program wakaf uang dan pemberdayaan zakat produktif sebagai bagian dari gerakan kemandirian umat.