Ketegangan meningkat setelah China marah terhadap pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, yang menyebut bahwa serangan bersenjata terhadap Taiwan dapat menjadi dasar Jepang mengerahkan pasukan sesuai konsep pertahanan kolektif. Beijing menuntut agar Takaichi menarik ulang pernyataan tersebut, tetapi ia menolak.
Perselisihan makin panas ketika Konsul Jenderal China di Osaka, Xue Jian, mengunggah ancaman pemenggalan terhadap Takaichi di media sosial. Pemerintah Jepang kemudian bereaksi keras karena menganggap ancaman semacam itu tidak pantas dilakukan seorang diplomat.
Larangan perjalanan ini diperkirakan akan memukul sektor pariwisata Jepang, mengingat wisatawan China adalah pengunjung terbesar. Pada sembilan bulan pertama tahun 2025 saja, sebanyak 7,5 juta warga China mengunjungi Jepang. [aga]