Target 21 Hari Rumah Dhuafa di Aceh Selatan: Akal Sehat atau Akal-akalan?

3 Dec 2025 - 09:05
1 dari 3 halaman

Oleh Redaksi 

Tapaktuan, Koranindependen.co - Bayangkan ini: di ujung tahun anggaran, dengan kalender yang sudah menipis, tiba-tiba sebuah lembaga publik menargetkan pembangunan puluhan rumah dhuafa hanya dalam waktu 21 hari.
Tiga minggu.
Kurang dari satu bulan.

Pertanyaannya sederhana apa yang bisa dibangun dalam waktu sesingkat itu?
Rumah layak huni, atau sekadar bangunan yang berdiri cepat untuk memenuhi serapan anggaran?

Ketika Waktu Dikejar, Akal Sehat Tertinggal

Baitul Mal Aceh Selatan mengalokasikan sekitar Rp4,7 miliar untuk membangun 37 unit rumah baru dan merehabilitasi 17 unit lainnya. Sebuah langkah yang patut diapresiasi andai saja perencanaannya masuk akal.

Namun publik justru dibuat mengernyit.
Tinggal 21 hari kerja, kontrak belum diteken, dan cuaca Aceh Selatan sedang tak bersahabat: hujan, banjir, longsor.

“Beton saja butuh waktu 21 hari untuk mulai mengeras. Lalu bagaimana mungkin rumah bisa selesai dalam 21 hari total?” ujar Muhammad Arhas, Ketua Umum Barisan Muda Aceh Selatan, dengan nada tegas dan sedikit getir.

Ia bukan sedang menyindir, tapi mengingatkan:
“Kalau proyek ini dipaksakan, kita bukan sedang membangun rumah dhuafa, tapi sedang membangun masalah baru.”