Tradisi, Harapan, dan Keteguhan Jiwa Mualem

4 Jan 2026 - 22:14
2 dari 2 halaman

Di hadapan pejabat pusat, Mualem menyuarakan aspirasi yang tampak sederhana namun sarat makna: jaminan ketersediaan daging meugang. “Aceh, dak ada meugang, tidak makan daging, rasanya Ramadhan dak sah,” ujarnya. Bagi korban banjir, daging meugang bukan kemewahan; ia simbol harapan dan normalitas yang ingin diraih kembali.

Rapat koordinasi itu diharapkan bukan seremonial belaka. Kehadiran para pejabat pusat semestinya berujung pada langkah konkret—mulai dari skema bantuan daging bagi warga terdampak hingga stabilisasi harga pasar. Menjaga meugang di masa sulit adalah menjaga suasana batin masyarakat Aceh agar Ramadhan disambut dengan senyum dan ketenangan.

Pada akhirnya, keteguhan jiwa pemimpin lokal berpadu dengan dukungan nyata pemerintah pusat menjadi kunci. Tradisi terjaga, harapan tumbuh, dan Aceh melangkah memasuki bulan suci dengan ikhlas—meski masih berdiri di atas puing keterbatasan pascabencana. [*]