Lebih lanjut, ia juga menyinggung pengorbanan para sahabat, seperti Saidina Abu Bakar yang menginfakkan seluruh hartanya dalam Perang Tabuk. Ketika ditanya apa yang tersisa, beliau menjawab dengan penuh keyakinan, “Allah dan Rasul-Nya.” Begitu pula Saidina Utsman yang turut menyumbangkan hartanya dalam jumlah besar demi kemenangan Islam.
“Dari mereka kita belajar, bahwa kejayaan agama ini berdiri di atas keikhlasan dan pengorbanan,” tambahnya.

Sementara itu, Penasehat Kompas Aceh Utara, Ustadz H. Syaifuddin Fuady, S.Ag., M.A., menegaskan bahwa kekuatan Subuh bukan hanya pada ibadahnya, tetapi pada energi kebangkitan umat. Menurutnya, Subuh adalah titik awal perubahan, saat ruh dan akal bersatu dalam kejernihan.