Sobirin Hutabarat CS: Pengurus KPPB dan Pengawas Resmi Dilaporkan ke Polres Aceh Singkil

Redaksi 23 Desember 2021 | 13:29 42
Sobirin Hutabarat CS: Pengurus KPPB dan Pengawas Resmi Dilaporkan ke Polres Aceh Singkil

ACEH SINGKIL | Koranindependen.co - Sebelumnya anggota Koperasi Produksi Perjuangan Bersama (KPPB) Aceh Singkil telah membuat kuasa terhadap delapan orang yang dipercaya untuk menindaklanjuti adanya dugaan penyelewengan di Koperasi hasil perjuangan bersama itu.

Delapan orang tersebut di wakili oleh Sobirin Hutabarat sebagai pelapor,Di Dampingi Muklis Pohan Dan Tgk.Jalaludin  telah membuat laporan secara resmi ke Polres Aceh Singkil, pada Rabu (22/12/2021).

Laporan itu terkait dugaan perkara tindak pidana penipuan dan pengelapan,Pengusakan dengan surat tanda bukti Lapor dari Kepolisian, melaporkan sebanyak Para Pengurus dan Pengawas  koperasi tersebut.

Sobirin Hutabarat mengatakan, Alhamdulillah sesuai amanah masyarakat 22 desa yang mereka sudah berikan kepada pihaknya sebanyak delapan orang.

"Kita hari ini melaporkan atas adanya dugaan pidana yang dilakukan oleh pengurus koperasi dan pengawas, koperasi yang beralamat di desa Gunung Lagan Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil," kata Sobirin.

Sobirin menyampaikan hari ini pihaknya diterima oleh Polres Aceh Singkil, khusus bagian penerima laporan.

"Kami disambut dengan ramah tamah, disambut dengan baik, diberikan pelayanan dengan baik. Sehingga kami pun disaat diminta keterangan, bisa menerangkan tadi seterang-terangnya," Sobirin Yang biasa di panggil Ogek Birin

Sobirin Hutabarat berharap kasus yang dilaporkan tersebut bisa terang benderang.

"Harapan kedepan semoga kasus ini bisa terang benderang siapa yang salah siapa yang benar, kita percaya kepada penegak hukum, merekalah yang bisa nanti memutuskan itu atau menentukan kemana arahnya," pungkas Sobirin.

Sementara, laporan tersebut bahwa sebelumnya telah merilis bahwa anggota Koperasi telah mengkuasakan kepada delapan orang.

Anggota Koperasi itu mengkuasakan bahwa di koperasi diduga ada penyelewengan yang dilakukan oleh pengurus, terkait lahan koperasi yang telah dikeluarkan oleh PT Uber Traco yang kini berubah nama menjadi PT Nafasindo seluas 347.4 hektar.

Lahan itu diserahkan saat itu kepada Gubernur Aceh, Zaini Abdullah melalui Bupati Aceh Singkil yang dijabat saat itu oleh Safriadi kepada masyarakat 22 desa dari hasil perjuangan bersama.

Karena dinilai cara pengelolaannya diduga ada penyelewengan sehingga pernah dilaporkan oleh seorang anggota koperasi yakni Syafar Siregar yang kini telah meninggal dunia.

Syafar melaporkan langsung ke Polda Aceh karena menduga ada penyelewengan sebesar Rp 13,6 milyar tutup Ogek Birin []