Proyek Perubahan ‘’IPREH RAJA” Diluncurkan

Redaksi 02 Desember 2019 | 09:19 59
Proyek Perubahan ‘’IPREH RAJA” Diluncurkan

Dinas Pora dan Pariwisata Jabupaten Aceh Jaya melaksanakan lounching proyek perubahan “ IPREH RAJA”

Koraninndepeden.co | Calang - Melalui penguatan dan optimalisasi Qanun No 10 Tahun 2019 tentang Pariwisata Halal Kabupaten Aceh Jaya Dinas Pora dan Pariwisata Jabupaten Aceh Jaya melaksanakan lounching proyek perubahan “ IPREH RAJA” yaitu Informasi Pembangunan Terintergasi Wisata Halal Rakyat Aceh Jaya.


Muslim, SE.MM (sekretaris Dispora)  menyampaikan Adapun ‘’Ipreh Raja’’ merupakan  branding  untuk membentuk persepsi masyarakat.

"Kami inggin membangun rasa percaya masyarakat kepada brand dan membangun rasa cinta masyarakat kepada produk yang dihasilkan dari proyek perubahan ini''. Ujarnya

Setelah melakukan penelitian yang mendalam terhadap branding yang akan dipilih dengan mempertimbangkan keterkaitan proyek perubahan ini dan bahasa yang familiar dalam masayarakat Aceh, dan menggambarkan adat istiadat Aceh yang memuliakan tamunya atau lebih dikenal dengan istilah “Peumulia Jame”.; 

"Branding yang dipilih berasal dari bahasa Aceh yaitu “IPREH RAJA” yang memiliki arti “Menunggu Raja”. dalam proyek perubahan ini sendiri “IPREH RAJA” merupakan akronim dari “INFORMASI PEMBANGUNAN TERINTEGRASI WISATA HALAL RAKYAT ACEH JAYA”. Jelasnya


Bebarapa hal yang di tampilkan dalam website ‘’Ipreh Raja’’ di antaranya data nama-nama objek destinasi wisata, standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan wisata, jarak tempuh,jenis kenderaan yang bias dilalui, fasilitas yang tersedia, jenis paket wisata, jenis menu kuliner, jenis sovenier yang tersedia dan lain -lain.


Muslim menambahkan bahwa dimasa yang akan datang setelah adanya regulasi penetapan destinasi wisata halal dan dukungan masyarakat serta Pemerintah Daerah sehingga bisa membawa perubahan persepsi yang baik dari masyarakat terhadap dunia wisata meningkatkan kunjungan wisatawan.

"Program ini kita harapkan dapat meningkatnya pendapatan ekonomi masyarakat dan sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata Kabupaten Aceh Jaya'. Tutupnya