Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Harus Arif dan Bijak Terkait Mesjid Jabir Alka'biy Meulaboh.

Redaksi 31 Mei 2021 | 14:10 72
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Harus Arif dan Bijak Terkait Mesjid Jabir Alka'biy Meulaboh.

Wakil Ketua Ketahanan Nasional PWPM Aceh, M. Yunus Bidin SH.MH. Foto : Istimewa

ACEH BARAT | Koranindependen.co -- Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah Aceh meminta Pemerintah Kab. Aceh Barat agar bersikap arif & bijak dengan penuh kehati- hatian dlm menyikapi masalah pengajian di Mesjid Jabir Alka'biy Drien Rampak Meulaboh. Hal ini disampaikan oleh M. Yunus Bidin, SH.MH, Wakil Ketua Bidang Ketahanan Nasional Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Aceh pada Senin (31/05/21).

"Hal tersebut berkaitan dengan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat yang telah merekomendasikan dlm Forum Forkopimda agar aktifitas pengajian ditempat tersebut dihentikan. Hal ini penting dipikirkan agar tidak terjadi perpecahan di tengah umat yang selama ini kita ketahui cukup harmonis," - Ucapnya

"Jika misalnya ada praktik yg tdk sesuai dengan prinsip Syariat Islam  sebagaimana yang ditegaskan dlm Qanun Aceh No 8 Tahun 2014 Tentang Pokok Syariat Islam, maka solusi yang tepat adalah  bermusyawarah agar sesuatu yang dianggap masalah tersebut clear and clean", - Tambahnya.

Pemerintah Kabuten Aceh Barat harus menjadi fasilitator dan mediator terkait hal ini, jangan sampai justru condong pada pihak tertentu yang tdk senang dengan pengajian di Mesjid Jabir, tentu itu sikap yang sangat keliru dalam negara demokrasi yang menjadikan hukum sebagai panglima.

Jika pun ada keputusan yang diambil nanti, harapannya tdk subjektif berdasarkan opini, spekulasi dan pertimbangan politik semata, sebab keputusan tersebut akan berakibat hukum terhadap hak² konstitusional orang lain, yang sesungguhnya sdh dijamin oleh konstitusi. Pihak yang merasa dirugikan tentu akan melakukan langkah hukum agar keadilan bisa tegak dinegeri ini. Ini tentu tdk kita ingankan terjadi, mari kita perkuat uquah Islamiah sesama umat di Aceh Barat.

Disatu sisi, Pengurus Mushalla Jabir Al-Ka’biy menegaskan pernyataan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat Teungku Abdurrani Adian, yang menyatakan bahwa kegiatan pengajian di rumah ibadah tersebut meresahkan masyarakat adalah pernyataan yang keliru tanpa melakukan tabayyun terlebih dahulu.

“Karena materi (pengajian) yang disampaikan adalah bersumber dari Al Quran dan sunnah dan tidak bertentangan dengan norma hukum yang berlaku,” kata Thaharuddin dan Said Junaidi masing-masing sebagai Ketua dan Sekretaris Mushalla Jabir Al-Ka’biy Meulaboh dan Ketua BKM Jabir Al-Ka'biy Meurah Ali dalam keterangan tertulis diterima di Meulaboh, Sabtu (29/05/21).

Menurut Thaharuddin dan Said Junaidi, aktivitas pengajian yang selama ini dilakukan tidak menentang pemerintah karena pelaksanaan syariat mesti sesuai yang dilakukan oleh generasi sahabat Rasulullah, Tabi'in dan tabi'ut tabi'in. Menurutnya, kegiatan-kegiatan selain pengajian, shalat lima waktu, shalat Jumat yang dilaksanakan BKM Jabir Al-Ka'biy bukan untuk meresahkan masyakat. (*)