Founder Ashabul Kahfi Islamic Center Sidney Australia Isi Ceramah Subuh di Masjid Babul Maghfirah

Redaksi 16 Juni 2019 | 11:29 355
Founder Ashabul Kahfi Islamic Center Sidney Australia Isi Ceramah Subuh di Masjid Babul Maghfirah

Foto : Foto bersama ‎Dr. Teuku Chalidin Yacob, MA, JP (tengah)

Koran Independen.co. Banda Aceh. - Pendiri Ashabul Kahfi Islamic Centre Sydney, Australia, ‎Dr. Teuku Chalidin Yacob, MA, JP pagi tadi mengisi ceramah subuh di Masjid Babul Maghfirah Gampong Tanjung Selamat, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Minggu, (16/6/2019).

Ceramah Shubuh Maghfirah (Shurah) rutin setiap Ahad yang diadakan oleh Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Babul Maghfirah menghadirkan anggota Dewan Nasional Imam Australia (Australian National Imams Council – ANIC) ini untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada pengurus BKM dan umat Islam serta masyarakat khususnya jamaah bagaimana perkembangan Islam di Australia dan belahan dunia lainnya.

Warga Aceh asal Pidie yang sudah hampir 30 tahun menetap di Sidney Australia itu mengajak jamaah dan seluruh umat muslim agar senantiasa selalu meningkatkan ketaqwaan kepada Allah serta berbuat sesuatu untuk mengembangkan Islam melalui aktivitas -aktivitas dakwah sesuai dengan kemampuan dan peran masing-masing. 

Menurut Chalidin umat muslim harus mampu menampilkan keindahan Islam dimanapun ia berada. Sebab dengan begitu akan membuat orang lain tertarik untuk memeluk Islam. Hal yang paling penting pada tahap awal ketika memeluk Islam adalah memperkuat soal aqidah. Adapun yang lain-lain adalah prioritas berikutnya. 

Jadi kita jangan sampai membuat sesuatu yang justru orang lain melihat Islam sebagai agama yang keras, kejam, dan menakutkan. Walaupun tantangan berat yang kita hadapi saat ini adalah tingginya propaganda kelompok-kelompok yang anti Islam terhadap Islam dengan dukungan media massa agar Islam terlihat buruk di mata dunia. Karena itu jangan sampai kita tambah lagi propaganda buruk itu dengan perilaku yang bertolak belakang dengan Islam. 

"Islam adalah agama yang indah, damai, dan pemaaf. Dan akhlak inilah yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wasallam beserta para sahabat dan khalifah dalam kehidupan mereka." kata Chalidin.

Lantas Chalidin menjelaskan bagaimana strategi komunitas muslim di Australia dalam melakukan misi dakwah agar orang-orang non muslim tertarik terhadap Islam. "kita disana terdiri dari berbagai latar belakang dan pemahaman yang beragam tentang Islam, jika disini mengenal 4 mazhab, maka di komunitas muslim Australia bisa lebih. Tetapi kita tidak mempermasalahkan perbedaan." ujarnya. 

Dengan cara seperti itu umat muslim di Australia akan selalu rukun dan damai. Meskipun ada juga yang berkarakter keras. Namun poinnya yang ingin disampaikan adalah semangat memaafkan merupakan letak keindahan Islam. Disitulah daya tarik yang membuat orang non muslim jatuh hati kepada Islam. 

Sebagai contoh, New Zeland adalah negara paling Islami di dunia, yang beberapa bulan lalu terjadi insiden sadis yaitu penembakan jama'ah di sebuah masjid yang sedang melakukan shalat Jumat. Atas peristiwa tersebut telah menewaskan 50 orang lebih umat Islam New Zeland. 

Diantara korban yang syahid itu terdapat salah seorang perempuan yang merupakan istri dari seorang pria muslim asal India. Namun sang suami dari almarhumah yang meninggal itu justru memaafkan tindakan brutal teroris itu walaupun telah merenggut nyawa istrinya. 

Ketika pria tersebut di wawancara oleh sebuah media televisi, dan saat ditanya mengapa ia memaafkan penjahat itu? Lalu ia pun menjawab kalau ia tidak menaruh dendam pada pria itu serta sudah mengikhlaskan kepergian istrinya. 

"Itulah Islam, sebagaimana nilai-nilai yang diajarkan oleh Allah dan Rasulnya. Apalagi kita baru saja selesai berpuasa di bulan ramadhan yang didalamnya terdapat 10 hari kedua sebagai malam-malam pengampunan (maghfirah)." tambah Doktor Chalidin. 

Jika kita mampu berbuat demikian maka sungguh Islam itu sangat damai sekali. Dan itu pula yang menyebabkan mengapa perkembangan Islam di Australia meningkat. Hal ini dapat dilihat dari jumlah pemeluk Islam yang kini sudah mencapai 2,1 persen. Padahal 20 tahun yang lalu tidak sampai 1 persen. Salah satu alasan mereka masuk Islam adalah karena mereka melihat Islam sebagai agama pemaaf. 

Oleh karena itu tanggung jawab agama ini merupakan tanggung jawab kita semua untuk menampilkan Islam yang benar. Tidak hanya dibebankan pada teungku, ustaz, ulama, dan pendakwah saja. Ingat, setiap muslim akan dimintai pertanggungjwaban atas apa yang dilakukannya semasa di dunia mana kala ia telah meninggal satu saat. 

"Lantas kita semua pasti mengharapkan akhir yang baik yakni husnul khatimah." papar alumni Dayah Mudi Mesra Samalanga itu. 

Sementara itu Ketua BKM Masjid Babul Maghfirah Ustaz Wirzaini Usman Al-Mutiarai mengharapkan agar kegiatan Shurah dapat terus berlangsung secara kontinyu setiap hari Ahad atau waktu-waktu libur. "umat Islam terutama generasi muda harus selalu mendapatkan pencerahan dari para guru-guru dan peringatan dari ulama-ulama sebab masa depan Islam ada ditangan mereka." kata Ketua BKM. 

Hal itu pula yang ditekankan oleh Dr. Tgk T. Chalidin Yacob, MA.,JP. Sesungguhnya peringatan itu penting bagi umat muslim. Sebagaimana firmanNya ”Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman” (QS. Adz-Dzariyaat [51]: 55). 

Kontributor: Hamdani, SE.,M.Si.