LMND Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara Nilai Duta Museum Samudera Pasai Tidak Tepat

Redaksi 10 Agustus 2019 | 22:24 71
LMND Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara Nilai Duta Museum Samudera Pasai Tidak Tepat

Foto Ist

KORAN INDEPENDEN, ACEH UTARA- Deperteman Pendidikan dan Kaderisasi Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, Mukhrizal menilai rencana pembentukan Duta Museum Samudera Pasai dan yang saat ini tengah masa rekrutmen pendaftaran itu tidak perlu. Sabtu (10/08/2019).

Menurutnya, pengguna duta Museum Kerajaan Islam Samudera Pasai yang nantinya akan mempromosikan museum kepada masyarakat yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara kurang tepat. 

"Kita sangat mendukung terhadap rencana pemerintah memperkenalkan museum Samudera Pasai kepada masyarakat lokal maupun mancanegara yang kemudian bisa mendatangkan para wisatawan berkunjung ke museum yang menyaji dan melestarikan warisan budaya masyarakat Pase pada masa lampau, namun dalam hal ini Dinas PK Aceh Utara bisa memanfaatkan perkembangan media digital diera 4.0 yang mana ruang dan waktu tidak ada batasan lagi tanpa harus menggunakan pihak ketiga dalam hal ini Duta Museum." jelas Mukhrizal. 

Lanjut Mukhrizal, "Lebih setujunya lagi, jika Dinas PK Aceh Utara yang langsung mengkampanyekan warisan peninggalan kerajaan samudera pasai baik dengan cara bertatap muka dengan unsur masyarakat maupun dengan memanfaatkan sosial media sehingga anggaran yang bersumber dari APBK Aceh Utara bisa digunakan untuk hal  urgen yang dihadapi oleh masyrakat seperti kemiskinan, pengangguran dan lain-lain, dari pada membentuk duta museum" imbuhnya. 

"Dengan dibentuknya Duta Museum juga banyak anggaran yang harus dikeluarkan oleh pemerintah Kabupaten Aceh Utara mulai dari biaya rekrutmen, seleksi dan seterusnya, jika nanti tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal hanya jadi penerima tamu kehormatan saja, ini sangat kita sayangkan karena yang kita inginkan adalah untuk menarik pengunjung wisatawan lokal maupun luar daerah sehingga Museum Samudera Pasai ini bermanfaat dan mampu menambahkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)" tutup Mukhrizal. (Red)