RSUD dr. Zainoel Abidin Optimalkan Rekam Medis Elektronik Terintegrasi SATU SEHAT
Banda Aceh | KORANINDEPENDEN.CO - RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) resmi meluncurkan Program Optimalisasi Rekam Medis Elektronik (RME) Rawat Inap Terintegrasi dengan SATU SEHAT sebagai langkah strategis memperkuat transformasi digital layanan kesehatan. Program ini merupakan bagian dari Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang digagas oleh Kausar Hanum, SE, MM, Kepala Bagian Bina Program dan Pemasaran RSUDZA.
Melalui program ini, RSUDZA berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Sebelumnya, implementasi RME di RSUDZA masih berjalan secara parsial. Namun dengan integrasi melalui platform SATU SEHAT milik Kementerian Kesehatan RI, seluruh data rekam medis kini dapat tercatat secara digital dan tersinkronisasi langsung dengan sistem nasional. Konsep One Patient One Record menjadi dasar pengembangan, memastikan setiap data pasien—mulai dari asesmen dokter, tindakan keperawatan, farmasi, hingga hasil laboratorium dan radiologi—terhimpun dalam satu sistem terpadu.
Dalam pengembangan RME rawat inap, RSUDZA menyusun 47 formulir standar rekam medis dan 117 formulir tambahan untuk kebutuhan pasien khusus, serta merancang alur digitalisasi data yang terhubung ke SATU SEHAT Gateway. Sejumlah fitur turut diperkenalkan, seperti Digital Reminder & Alert System untuk memastikan kelengkapan pengisian data, dashboard monitoring real-time, E-learning RME bagi tenaga medis, serta integrasi penuh dengan SIMRS yang memungkinkan akses data pasien secara cepat, aman, dan terkoordinasi di berbagai unit pelayanan.
Agar digitalisasi berjalan optimal, RSUDZA melaksanakan berbagai pelatihan kepada tim IT, tenaga medis di unit percontohan rawat inap, serta tim rekam medis sebagai pengguna utama. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan memastikan pemanfaatan RME berjalan konsisten serta efektif di seluruh lingkungan rumah sakit.