Mualem juga sukses membawa PON XXII ke-Aceh. Bersama Provinsi Sumatera Utara, Aceh menjadi panitia bersama yang merupakan skema baru penyelenggaraan PON, yaitu digelar di dunia provinsi berbeda.
Almarhum Kamaruddin Abubakar atau akrab disapa Abu Razak sang suksesor, berhasil melanjutkan tren positif yang dimulai Mualem. Sebagaimana diketahui, saat Mualem menjabat Ketua Umum KONI Aceh, Abu Razak merupakan Ketua Harian.
Abu Razak sukses membawa pretasi kontingen PON Aceh melompat tinggi. Peringkat 6 di klasemen akhir PON serta 65 torehan medali emas menjadi torehan dan standar baru prestasi olahraga Aceh di kancah PON.
“Tantangan berat kita adalah mempertahankan tren positif prestasi kontingen Aceh pada PON XXII NTB-NTT. Karena itu, persiapan menuju 2028 harus lebih matang. Masyarakat kita tentu akan menjadikan PON XXII sebagai sebuah tolok ukur. Karena itu, Pak Gubernur selalu menegaskan, bahwa sebagai kawah candradimuka, KONI harus mampu merumuskan serta mempersiapkan dan menggembleng atlet kita agar tangguh, siap tanding dan tentu saja, berprestasi,” ucap Sekda.
Sebelumnya, Ketua Umum KONI Aceh Saiful Bahri, dalam sambutannya mengajak seluruh jajaran KONI disemua tingkatan untuk terus merumuskan program kerja terbaik dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga Aceh di masa mendatang, khususnya dalam menghadapi PON XXII.