Perkuat Akuntabilitas dan Tata Kelola Berbasis Kinerja, PNL Evaluasi Capaian IKU Tahun 2026

7 Nov 2026 - 16:20
PNL menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Capaian Kinerja dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2026, yang berlangsung pada 6–8 November 2026 di Kyriad Muraya Hotel, Banda Aceh. Foto : Ist.
1 dari 3 halaman

BANDA ACEH, koranindeoenden.co – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus memperkuat komitmennya dalam membangun tata kelola perguruan tinggi vokasi yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Evaluasi Capaian Kinerja dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2026, yang berlangsung pada 6–8 November 2026 di Kyriad Muraya Hotel, Banda Aceh.


 

Kegiatan strategis ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas unsur manajemen tingkat institusi, pimpinan jurusan, pengelola pusat, Unit Penunjang Akademik (UPA), serta tenaga kependidikan terkait. Forum ini menjadi momentum konsolidasi kelembagaan untuk menelaah capaian kinerja secara komprehensif, mengidentifikasi kesenjangan antara target dan realisasi, sekaligus merumuskan langkah perbaikan yang terukur dan berkelanjutan.


 

Direktur PNL, Assoc. Prof. Dr. Ir. Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., dalam arahannya menempatkan evaluasi kinerja sebagai instrumen penting untuk memastikan bahwa seluruh kebijakan, program, dan penggunaan sumber daya institusi benar-benar memberikan kontribusi terhadap pencapaian visi dan misi perguruan tinggi.


 

Dalam materi yang disampaikan, Direktur mengajak seluruh jajaran manajemen merefleksikan dua pertanyaan mendasar, yakni ke mana arah pengembangan PNL dan sejauh mana berbagai program yang telah dilaksanakan mampu menghasilkan capaian nyata. Kedua pertanyaan tersebut menjadi landasan untuk membangun keselarasan antara perencanaan strategis, implementasi program, pengukuran kinerja, dan peningkatan mutu kelembagaan.


 

“Keberhasilan sebuah institusi tidak cukup diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi harus tercermin dari kualitas capaian, ketepatan pemanfaatan sumber daya, serta manfaat nyata yang dihasilkan. Evaluasi kinerja harus menjadi ruang refleksi sekaligus pijakan untuk menghadirkan perbaikan yang berkelanjutan,” demikian penekanan yang dirangkum dari substansi arahan Direktur.


 

Lebih lanjut, Direktur memaparkan empat perspektif utama dalam menilai kemajuan institusi, meliputi kinerja kelembagaan, mutu pendidikan, tata kelola, dan kontribusi institusi kepada masyarakat. Keempat perspektif tersebut dipandang sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan dalam membangun perguruan tinggi vokasi yang unggul, inovatif, berakhlak, dan berdaya saing global.