FBA Gelar Rakor dengan Pekerja Sosial, Bahas Isu Disabilitas

Redaksi 19 Agustus 2021 | 17:50 34
FBA Gelar Rakor dengan Pekerja Sosial, Bahas Isu Disabilitas

Istimewa

BANDA ACEH | Koranindependen.co - Forum Bangun Aceh (FBA) mengadakan rapat koordinasi dengan pekerja sosial dari lintas sektor. Rapat yang digelar pada 16, 18, dan 19 Agustus 2021 ini membahas isu "Disabilitas: Harapan dan Realita" dan berlangsung di kantor FBA.

FBA mengharapkan partisipasi lintas sektor dalam hal memenuhi hak disabilitas.

"Apa yang bisa kita buat untuk disabilitas, sesuai spesifikasi kerja kita," kata Syaifullah, Community Organizer (CO) FBA Kecamatan Suka Makmur, Kamis (19/9/2021).

Pemantik diskusi dan rapat ini Nurul Asyura yang memaparkan materi kondisi disabilitas dan sikap yang sehurusnya dilakukan oleh orang normal.

"Sebenarnya banyak disabilitas di sekitar kita. Namun kita hanya tau disabilitas itu kekurangan fisik," tegas Nurul Asyura.

Penyandang disabilitas berharap kepedulian penyuluh agama dan tokoh agama terhadap disabilitas, dalam bentuk edukasi dengan bahasa agama terhadap masyarakat.

"Ada baiknya, penyuluh agama atau tokoh agama melalui khutbah Jumat juga memberikan edukasi bahwa disabilitas memiliki hak yang sama dalam hal apa pun," tegas Linda, pengurus Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Aceh, di Banda Aceh, Kamis (19/8/2021).

Elin mengatakan masih ada masyarakat yang beranggapan disabilitas adalah orang-orang yang jauh dari agama.

"Bahkan ada yang anggap disabilitas adalah berawal dari dosa orang tua," tegas Elin, penyandang disabilitas yang bekerja di Forum Bangun Aceh (FBA).

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Suka Makmur Baihaqi, saat dikonfirmasi menyambut baik masukan penyandang disabilitas. Ia akan menyampaikan pada penyuluh agama lainnya agar memberi perhatian pada disabilitas, terutama edukasi masyarakat lewat mimbar, agar tidak berstigma buruk terhadap saudara disabilitas.

"Kami sudah wacanakan pengentasan buta aksara Al-Quran terhadap disabilitas," tegas Baihaqi.

Rapat dihadiri unsur pekerja Program Keluarga Harapan (PKH), pekerja Pro Abes, dan Amiruddin unsur Penyuluh Agama di Aceh Besar.