Foto : Melihat The Lantern Festival di China

Redaksi 03 Maret 2018 | 12:33 588
Foto : Melihat The Lantern Festival di China

Desi Yuliana, Mahasiswi Northeast Normal University Asal Dari Aceh

China - The Lantern Festival or the Spring Lantern dirayakan pada tanggal 15 bulan lunar pertama China, Festival Lentera secara tradisional menandai akhir dari periode Tahun Baru Imlek. Ini hari Jumat, 2 Maret tahun 2018.

The Lantern Festival ini sering disebut dengan yuánxiāo jié (元宵节, 元宵節) atau Shangyuan Festival (上元节, 上元節). Menurut berbagai adat istiadat di China, orang berkumpul di malam Festival Lentera untuk merayakannya dengan berbagai aktivitas.

Pencahayaan dan apresiasi lentera merupakan kegiatan utama festival. Pencahayaan lentera adalah cara bagi orang untuk berdoa agar mereka memiliki masa depan yang mulus dan mengekspresikan harapan terbaik mereka untuk keluarga mereka. Wanita yang ingin hamil akan berjalan di bawah lentera menggantung berdoa untuk anak kecil.

Saat festival datang, lentera dari berbagai bentuk dan ukuran (bola mata tradisional, ikan, naga, kambing! - sampai cerita tinggi!) Terlihat di mana-mana termasuk rumah tangga, pusat perbelanjaan, taman, dan jalan-jalan, menarik banyak pemirsa. Anak-anak mungkin memegang lampion kecil sambil berjalan di jalanan.

Karya seni lentera tersebut dengan jelas menunjukkan gambar dan simbol tradisional Tiongkok seperti buah, bunga, burung, hewan, manusia, dan bangunan.

Dalam dialek Taiwan, kata bahasa Mandarin untuk lentera (灯 dēng) diucapkan serupa dengan (丁 dīng), yang berarti 'bayi laki-laki yang baru lahir'. Oleh karena itu pencahayaan lentera di sana berarti meningkatkan masa depan dan melahirkan.

Karena China adalah negara yang luas dengan sejarah panjang dan beragam budaya, kebiasaan dan aktivitas Lentera bervariasi antara lain pencahayaan dan menikmati lentera (mengambang, tetap, dipegang, dan terbang), menghargai bulan purnama yang cerah, memicu kembang api, pesawat terbang, menebak teka-teki yang ditulis di atas lentera, makan tangyuan, tarian singa, tarian naga, dan berjalan di atas panggung.

Kebiasaan yang paling penting dan lazim adalah menikmati lentera, menebak teka-teki lentera, makan tangyuan, dan tarian singa.

Kegiatan ini tidak hanya dinikmati oleh penduduk cina saja, banyak sari negara-negara lain ikut berpatisipasi dalam Lantern Festival tersebut.

Hal ini dapat dilihat dari bentuk kegiatan Northeast Normal University yang setiap tahunnya memiliki bermacam kegiatan yang mengikutsertakan mahasiswa Internasional, salah satu kegiatan yang sedang dinikmati oleh Mahasiswa Internasional di Northeast Normal University adalah The Lantern Festival. Kegiatan ini di ramaikan dengan penampilan-penampilan dance, tarian dan berbagai macam atraksi sampai dengan cara pembuatan kue bola "TangYuan" atau kita sering menyebutkannya "Wedang Ronde", biasanya makanan ini disajikan dengan keadaan  hangat dan sangat khas berbentuk bulatan kenyal, manis dan pedas sehingga banyak yang menyukainya. Tang Yuan ini terbuat dari tepung beras dan didalamnya ada yang di isi dengan kacang, coklat, labu tanah dan sebagainya.

 

Changchun, 3 Maret 2018.

Desi Yuliana, Mahasiswi Northeast Normal University/东北师范大学 Changchun-Cina