ANRI Lingkar Arsip Bencana Tsunami Sebagai Memori Dunia di Unesco

Redaksi 06 Desember 2019 | 01:21 171
ANRI Lingkar Arsip Bencana Tsunami Sebagai Memori Dunia di Unesco

Istimewa

Koran Independen.co | Banda Aceh, –  Seminar internasional yang digelar sebagai peringatan Tsunami yang mengusung tema “ Reflection of Indian Ocean Tsunami Archives as Memory of the World”. Pejabat kemitraat serta sejumlah tokoh nasional dan pimikir dunia turut hadir dalam seminar Refleksi arsip tsunami indian sebagai memori dunia, acara yang berlangsung di Aula Hesmes Palace, Kamis 5 Desember 2019 Banda Aceh.(5/12)

Dalam kesempatan ini, Plt Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Muhammad Taufik menjelaskan Tujuan seminar Internasional yang merupakan sebuah rangkaian peringatan 15 tahun Tsunami.

“Seminar ini bertujuan sebagai refleksi diakuinya arsip tsunami Samudra Hindia sebagai memori warisan dunia melalui registasi badan perserikatan bangsa-bangsa, Unesco pada 2017,” kata M Taufik.

Dalam kesempatan ini, Asisten Srtda Pemerintah Aceh,  Bukhari, MM menjelaskan hal-hal apa saja yang dapat dilakukan untuk menjaga memori atau sejarah dari bencana-bencana di Aceh, 15 tahun silam termasuk bencana terbesar dalam sejarah ini, bencana tersebut begitu layak dijadikan sebagai sebuah pembelajaran agar kita waspada dan bijak dalam menghadapi bencana.

“Untuk mengenang bencana yang telah terjadi ada banyak hal yang dapat kita lakukan, antara lain membangun museum Tsunami, menyematkan ilmu kebencanaan bagi masyarakat, membentuk forum-forum peduli bencana, menghadirkan pusat penelitian kebencanaan, membentuk tim penanggulangan daerah, menghadirkan sistem arsip-arsip Tsunami.” jelasnya

Ia juga menambahkan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menggagas serta mejalankan kearsipan tsunami di Aceh, yang merupakan hal yang sangat penting sebagai memori dan sejarah ataupun sebagai peringatan di bumi Aceh atas bencana yang telah terjadi beberapa tahun silam.

Harapannya dengan pertemuan seminar internasional kali ini dalam menjadi momentum  dan menjadi data yang aktual untuk kelangsungan Aceh kedepan.

“Pertemuan internasional ini bisa melahirkan dokumentasi yang aktual dalam rangka menumbuh hadirnya sistem kearsipan tsunami yang spesifik dan lengkap di aceh dengan data dan hasil penelitian dan semua informasi mengenai tsunami yang dapat menjadi kesadaran bagi masyarakat dunia, serta mempelajari seluk beluk bencana sehingga langkah langkah kedapan dalam mitigasi bencana dapat diterapkan dengan sbaik-baiknya,” pungkasnya. [Red/Anita]