REKOMENDASI ULAMA ACEH SAAT PEUSIJUEK PJ. GUBERNUR ACHMAD MARZUKI

Redaksi 24 Juli 2022 | 22:37 86
REKOMENDASI ULAMA ACEH SAAT PEUSIJUEK PJ. GUBERNUR ACHMAD MARZUKI

Achmad Marzuki berfoto bersama dengan para Ulama Kharismatik, pada acara Silaturahmi dan Peusijuek Pj. Gubernur Aceh, di Aula Asrama Haji, Banda Aceh, Rabu, (20/7/2022) malam. Insert: Pj. Gubernur mencium tangan salah seorang Ulama sewaktu dipeusijuek.

Banda Aceh - Dalam tradisi masyarakat Aceh, peusijuek adalah suatu upacara adat yang sangat religius. Upacara tersebut dilakukan pada saat seseorang menempuh hidup baru, memulai sebuah usaha, menyelesaikan persengketaan, terlepas dari musibah, pindah rumah, melepas kaum kerabat naik haji, menyambut anggota keluarga dari perantauan, merayakan kelulusan, mendapat jabatan baru, dan sebagainya.

Karena sifatnya yang sangat religius itu, maka upacara tersebut dipimpin oleh para ulama yang membacakan doa-doa untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah yang Maha Kuasa terkait kehidupan yang sudah dijalani, seraya memohon keselamatan, ketentraman, kesuksesan, kesejahteraan dan kebahagiaan dalam kehidupan yang akan ditempuh pada masa-masa mendatang. 

Oleh karena itu, ketika bersilaturahmi di Aula Asrama Haji Aceh, pada Rabu malam tanggal 20 Juli 2022 lalu, para Ulama Kharismatik Aceh juga mem-peusijuek Pj. Gubernur Achmad Marzuki, yang baru menjabat sebagai Gubernur Aceh beberapa pekan sebelumnya. Prosesi peusijuek itu dilakukan oleh 5 orang Ulama Kharismatik. Diawali oleh Abu Mudi Samalanga, kemudian dilanjutkan oleh Abi Daud Hasbi, Abu Tanjong Bungong, Abuya Mawardi Wali dan diakhiri oleh Abu Lamkawe.

Dalam silaturahmi tersebut, para Ulama juga menyerahkan rekomendasi dan pokok-pokok pikiran Ulama Aceh untuk Pj. Gubernur Achmad Marzuki, sebagai bahan masukan dan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan Pembangunan Aceh yang berlandaskan syariat Islam.

Selanjutnya, para Ulama Kharismatik itu, diwakili oleh Ketua Himpunan Ulama Dayah (HUDA) Aceh, Teungku Muhammad Yusuf A Wahab, menyampaikan harapan kepada Pj. Gubernur Achmad Marzuki, supaya dapat memimpin Aceh dengan adil.

Beliau mengatakan, menjadi Gubernur adalah sebuah keberuntungan, karena dapat beramal banyak dan mendapatkan pahala yang besar. Sebaliknya akan diganjar Allah SWT, bila dirinya tidak berlaku adil.

"Kami berharap pertemuan ini menjadi awal yang berlanjut dalam mencari solusi terhadap masalah ummat," kata Ulama Kharismatik yang akrab disapa Tu Sop itu.

Lebih lanjut, Tu Sop mengatakan, Qanun Syariat Islam merupakan keberuntungan yang dimiliki Aceh. Beliau berharap Syariat Islam tidak hanya berada pada tataran pelaksanaan ibadah saja. Tetapi lebih dari itu, pembangunan dan pelayanan publik yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh juga harus berlandaskan Syariat Islam pula.

Tu Sop yakin, jika Syariat Islam diaplikasikan dalam setiap aspek kebijakan, maka Aceh pasti akan menjadi daerah yang maju. "Kami berharap ini menjadi awal dari sebuah pertemuan, kami tidak berharap apa-apa kecuali bisa bersama di surga," lanjut Tu Sop.

"Mari kita utamakan syariat dalam semua kebijakan dan jadikan syariat sebagai solusi, bukan sebagai beban dan kendala," himbaunya.

Menanggapi hal itu, Pj. Gubernur menyampaikan terimakasih untuk rekomendasi dan pokok-pokok pikiran para Ulama Aceh yang diberikan kepadanya, sebagai salah satu landasan pembangunan Aceh ke depan. Ia mengatakan akan berkolaborasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, dalam membangun Aceh, dengan mempedomani Rekomendasi Ulama.

Kemudian Achmad Marzuki juga mengharapkan doa dan saran dari para Alim Ulama untuk dirinya, supaya selama mengemban amanah memimpin Aceh, ia akan mampu menghadirkan pembangunan Aceh seutuhnya. Sebab menurutnya, Aceh dari dulu bisa besar dan bermartabat berkat adanya dukungan para Alim Ulama terhadap para Umaranya.

"Bagi saya, menjabat Gubernur Aceh merupakan amanah yang berat. Hanya pertolongan Allah SWT yang bisa membantu dan doa Ulama yang bisa meringankan," pungkas Achmad Marzuki sebelum acara ditutup dengan penyampaian tausiah dan doa oleh Waled Nuruzzahri yang akrab disapa Waled Nu.

Selain para Ulama, acara Silaturahmi dan Peusijuek Pj. Gubernur Achmad Marzuki tersebut juga dihadiri Ketua DPR Aceh, Ketua MPU Aceh, Kakanwil Kemenag Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Wakil Ketua MPU Aceh dan Kadis Syariat Islam Aceh. [ral]