Curangi Data PPDB, Pendaftar yang Sudah Diterima Bisa Dibatalkan

Redaksi 22 Juni 2020 | 11:24 1453
Curangi Data PPDB, Pendaftar yang Sudah Diterima Bisa Dibatalkan

Siswa mengisi formulir Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara daring melalui gawainya. (Foto: ANTARA FOTO / Muhammad Bagus Khoirunas)

Semarang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) memperingatkan pendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 yang melakukan kecurangan dengan sengaja memalsukan data akan diberi sanksi pembatalan atau dicoret dari sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Jumeri mengatakan, jika ada orang tua dan calon siswa yang merasa memalsukan data, diminta untuk segera membatalkan pendaftarannya, memperbaiki kembali sesuai data yang ada untuk kemudian mendaftar kembali.

"Mereka yang melakukan perbaikan itu, tidak akan dikenai sanksi apapun. Namun apabila setelah pengumuman penerimaan dilakukan dan diketahui ada pelanggaran atau laporan masyarakat mengenai indikasi pelanggaran dan bisa dibuktikan, maka penerimaan calon siswa tersebut akan dibatalkan," tegas Jumeri, Senin (22/6/2020).

Dijelaskan, PPDB Jateng tahun ini dilakukan dengan mekanisme full online. Oleh karena itu, baik penyelenggara, orang tua dan calon peserta didik harus sama-sama memiliki integritas.

Menurut Jumeri, sampai saat ini pihaknya sudah menerima banyak laporan dan aduan tentang adanya ketidakjujuran pengisian data dalam aplikasi PPDB. Baik nilai rapor, surat keterangan domisili, kartu keluarga dan sertifikat kejuaraan yang digunakan untuk memenuhi persyaratan pendaftaran.

"Menindaklanjuti aduan itu, saya memerintahkan kepada seluruh kepala sekolah ketat dalam melakukan validasi dan verifikasi data yang masuk. Proses validasi dan verifikasi data itu, akan kami laksanakan mulai hari ini, Senin (22/6/2020) hingga Kamis (24/6/2020) nanti," ungkapnya.

Kepada masyarakat luas, pihaknya mengharapkan bantuan untuk mengawasi dan melaporkan apabila ada indikasi kecurangan. "Bantuan masyarakat itu kami harap dapat mewujudkan proses PPDB Jateng yang berintegritas," tandasnya.

Ditegaskan, integritas memang sangat ditekankan dalam proses penerimaan PPDB tahun ini. Sebab dengan mekanisme online dan beberapa persyaratan yang khusus karena wabah Covid-19, ada potensi terjadinya pelanggaran-pelanggaran.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berkali-kali mengingatkan orang tua dan calon siswa untuk jujur dalam pengisian data PPDB. Intrgritas harus menjadi pondasi dalam proses PPDB tahun ini.

"Ketika mengisi data, harus sesuai kenyataan. Kalau tidak, meskipun calon siswa diterima dan dicek datanya salah, maka langsung kami coret lho," kata Ganjar.

Ganjar juga mengingatkan agar orang tua siswa tidak menggunakan cara kolusi untuk mendaftarkan anaknya. Diakuinya, banyak orang tua yang menitipkan anaknya kepada Ganjar agar bisa masuk sekolah yang diinginkan.

"Sekarang ini banyak yang titip ke saya, banyak sekali alasannnya, intinya biar bagaimana caranya si anak bisa masuk. Jadi sebenarnya jangan seperti itu, kita harus mengedukasi anak-anak untuk jujur. Enggak usah kolusi, ikuti saja aturan," tegas Ganjar. 

Sumber : Beritasatu
Dikutip Oleh : Bilhakki