Keresahan Mahasiswa Rantau di Tengah Pandemi

Redaksi 30 Juni 2020 | 08:31 43
Keresahan Mahasiswa Rantau di Tengah Pandemi

Putri Salsabila, Mahasiswi Hukum Tata Negara UIN Ar-Raniry

Oleh Putri Salsabila, 
Mahasiswi Hukum Tata Negara UIN Ar-Raniry


Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) di Indonesia telah berdampak luas bagi sektor penting di Indonesia terutama ke sektor  pendidikan, membuat pemerintah mulai cepat dan tanggap dalam memutuskan untuk mengeluarkan kebijakan seluruh aktifitas di lembaga pendidikan diliburkan diganti dengan belajar  dari rumah. 

Kebijakan ini diikuti dengan tutupnya perguruan tinggi. Mereka meliburkan mahasiswa dan menggantinya dengan pembelajaran jarak jauh atau daring (dalam jaringan).

Sebagian besar mahasiswa langsung mudik. Namun ada juga yang masih bertahan di kosannya, seperti Rizki Ananda. 

"Saya memilih tidak pulang, karena beranjak dari kesadaran diri untuk memutus rantai penyebaran covid-19". Ujar Rizki Ananda Mhasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Menurutnya itu merupakan langkah terbaik yang harus ia pilih, sebab ia tidak tahu virus tersebut menular dari mana, dari siapa, apakah di bus, dibandara,dipesawat, atau di tempat yang lainnya.

Orang tua sempat khawatir dan nyuruh untuk pulang, tapi ya mau bagaimana lagi, saya juga tidak mau jadi penular covid. Imbuhnya.

Rizki ternyata tidak sendiri, dia tinggal bersama teman-temannya di sekretariat Organisasi Daerah Aceh UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Mereka saling menguatkan dan menyemangati. Dan juga jika terjadi hal yang tidak diinginkan akan lebih mudah dikarenakan mereka berkumpul dalam satu tempat..

Tapi menurut kabarnya, ia akan pulang dalam waktu dekat karena bandara telah dibuka untuk umum, dengan persyaratan menunjukkan surat swabtest atau rapid test dari lembaga kesehatan tempat ia tinggal.

Itulah problema yang dihadapi Rizki dan teman-temannya selaku mahasiswa rantau asal aceh yang masih bertahan di Bandung hingga saat ini.

kebijakan yang di keluarkan pemerintah ini tentunya mengakibatkan keresahan yang mendalam bagi para mahasiswa rantau di seluruh Indonesia.

Oleh karena ini baik dari pemerintah maupun pihak kampus sendiri diharapkan untuk tidak tutup mata dan tetap memperhatikan nasib mahasiswa rantau yang tidak bisa pulang ke kampung halaman karena Pandemi ini.

Semoga kita semua bisa terhindar dari virus dan memecah rantai penyebaran virus Covid19 ini. Ikuti anjuran pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan agar penyebaran virus Covid19 bisa putus secepat mungkin. Semoga !