Dilema Kuliah Daring di Era Pandemi COVID 19

Redaksi 19 Juli 2021 | 17:41 36
Dilema Kuliah Daring di Era Pandemi COVID 19

Oleh : Mutmainnah
Mahasiswi UIN Ar - Raniry Banda Aceh

Dunia saat ini berjuang keras melawan adanya virus covid 19 yang semakin meluas. Virus ini sungguh membuat para manusia gundah gulana, kerisauan dan kepanikan yang sering menghantuinya. Di akhir 2019 virus covid sudah mulai menghebohkan jagat dunia karena virus ini sangat menyebar begitu cepat. Awal mula covid 19 ini yaitu berasal dari Wuhan, China yang sekiranya dahulu tidak begitu parah. Namun, seiring berjalannya waktu virus ini semakin menjadi-jadi dan mewabah hingga dunia geger di buat oleh covid 19 ini. Banyak dikalangan banyak orang sudah antusias untuk membeli perlengkapan untuk mencegah covid 19 tersebut seperti membeli Handsanitizer, sabun cuci tangan, masker, face shield dan antiseptik lainnya yang dapat meminimalisasikan covid 19.

Gejala dari covid 19 ini yaitu berupa seperti gangguan pernafasan, demam, muntah-muntah, BAB yang tidak beraturan dan batuk. Gejala ini memang hampir sama dengan gejala demam biasa atau lainnya yang dapat menimbulkan kecurigaan antara satu sama lain. covid 19 ini juga dapat menular lewat hewan dan manusia. Manusia yang sudah terkontaminasi dengan virus covid  19 akan mudah menular kepada orang yang belum terkena covid 19 dan orang tua yang sudah lanjut usia. Gejala dari covid 19 bisa menular melalui berjabat tangan, dikerumunan banyak orang atau melakukan perjalanan yang jauh. Hal ini tak dapat kita pungkiri bahwa covid 19 benar-benar sangat meresahkan banyak orang.

Karena covid 19 begitu sangat cepat merajalela dan menular begitu cepat sehingga WHO menetapkan bahwa covid 19 membuat pernyataan bahwa kasus covid 19 menjadi kasus yang paling berat dan darurat yang dapat menyebabkan kepanikan terhadap dunia. Hasil setiap harinya kasus covid 19 semakin bertambah dan tidak mengalami pengurangan dan menjadi beban berat dialami masyarakat dunia saat ini.

Sampai saat ini pengobatan covid 19 belum ditemukan oleh pakar ahli kesehatan baik dari negeri maupun luar negeri. Namun sebagai antisipasi dari covid 19 dilakukan sejenis dengan suntikan vaksin yang dapat menetralisasi covid 19 tersebut. Di kota Wuhan, China kasus covid 19 memberitakan bahwa kasus covid 19 kembali melonjak pada minggu 12 maret 2020 yang mengakibatkan kota tersebut harus dilockdown kembali. Covid 19 tidak hanya berkembang di China saja namun menyebar ke negara tetangga seperti Korea, Jepang bahkan dunia juga Indonesia termasuk dengan angka tingkat virus covid 19 yang paling tinggi. Setiap harinya kita mendengar di berita televisi maupun di media sosial maraknya angka positif covid 19 dan angka kematian oleh virus tersebut.

Semakin banyaknya angka positif dan angka kematian tersebut tentu saja meresahkan masyarakat Indonesia yang kian hari kian meningkat jumlahnya. Menanggapi kasus ini pemerintah juga melakukan sistem lokcdown dan juga melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Tentu saja hal ini menimbulkan banyak masalah juga pro dan kontra dalam memutuskan aturan ini.  Kasus covid 19 yang begitu melonjak harus ditindak tegas oleh pemenrintah dengan menetapkan aturan tersebut. Covid 19 yang menimbulkan kepanikan yang tidak merujung membuat banyak orang resah keberadaannya. 

Pemaparan Masalah

Virus yang semakin hari semakin berkembang biak ini membuat masyaarkat sangat panik. Virus yang menyebar lewat media air, udara, atau benda-benda lainnya yang dapat menular begitu cepat dalam sekejab mata. Dunia saat ini sangat dihebohkan virus covid 19 yang tidak akan tau kapan virus ini akan berakhir sehingga diberlakukan sistem lockdown. Di Indonesia juga memberlakukan sistem lockdown ini seperti menutup tempat yang wisata, sekolah juga kampus.

Pihak-pihak dari berbagai instansi diintruksikan untuk menutup sementara tempat tersebut, dan kalau pun dibuka harus mengikuti protokol kesehatan. Sistem belajar mengajar yang awalnya secara tatap muka namun harus beralih dengan sistem Dalam Jaringan (Daring). Dalam sistem daring ini muncul berbagai pro dan kontra dalam pemberlakuan sistem daring ini. Berbagai curhatan mulai berdatangan dalam menghadapi daring di pandemi covid 19 ini.  Dalam menanggapi fenomena atau kejadian ini penulis ingin memdeskripsikan masalah yang disesuaikan dengan obsevasi pribadi penulis.  
Sistem belajar online atau kuliah daring menggunakan aplikasi yang sangat trending topic dikalangan para pelajar seperti Classroom, Zoom, dan Google Meeting. Aplikasi tersebut kini mejadi bahan pemakaian di era pandemi covid 19. Classroom adalah sebuah aplikasi yang mengirikam tugas dalam bentuk file, sedangkan zoom dan google meet sama-sama sebuah pertemuan yang menghubungkan lebih dari aplikasi Videocall seperti di WhatsApp. Namun dibalik itu semua ada sebagian dari mahasiswa ada yang belum begitu paham dalam mengikuti kelas online tersebut. Bahkan ada sebagian dari mereka pasrah tidak mengikuti kelas karena tidak bisa menggunakannya.

Tanggapan dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak, remaja, mahasiswa dan orang tua dalam sistem pembelajaran daring ini berbeda-beda. Anak-anak dan remaja yang menurut mereka sama sekali tidak menyenangkan karena pembelajaran secara virtual tersebut sangat sulit. Para mahasiswa juga menanggapi proses pembelajaran daring tidak berjalan dengan maksimal karena pembelajaran di nilai kurang efektif. Tanggapan lain dari mahasiswa yaitu sering terjadi pro dan kontra antara dosen dan mahasiswa karena kesalahpahaman. 

Kuliah daring bagi mahasiswa juga banyak memiliki kendala. Salah satunya yaitu harga paket yang begitu mahal atau cuman satu provider jaringan yang tersedia dalam satu daerah/kampungnya. Tidak hanya itu sering terjadinya kendala padam listrik yang mengakibatkan terputusnya jam pembelajaran saat mengikuti kelas kuliah daring ini. Tidak hanya itu saja tugas yang diberikan tidak begitu paham oleh dosen. Penjelasan secara online lewat chattingan sangatlah tidak maksimal. Tidak hanya dikalangan mahasiswa saja, orang tua juga memiliki kendala seperti harus menyediakan paket bulanan untuk anaknya supaya bisa mengikuti kelas kuliah daring serta harus membayar spp juga membayar kost ditempat anak-anak mereka. Berbagai keluh kesah mulai berdatangan baik dari mahasiswa maupun orang tua. Mau tidak mau tiada cara lain selain dengan memilih kelas kuliah daring.

Kuliah daring sepenuhnya tidak buruk. Dari sisi positif kita juga melihat bahwa kuliah daring ini juga dapat memutuskan rantai penyebaran covid 19 serta biaya untuk kuliah sedikit terbantu karena orang tua tidak mengirimkan lagi uang belanja untuk makan dan lain sebaginya. Orang tuah perlu menyiapkan uang belanja paket untuk persiapan kuliah daring ini. Secara sederhanya, jika kuliah dilaksankan secara tatap muka akan berisiko terkena covid 19 yang begitu cepat. Dalam memutuskan penyebaran rantai virus covid 19 ini juga menghindari kerumunan banyak orang. Intruksi dari pemerintah untuk stay at home karena adanya pandemi covid 19 dan juga melakukan sistem pembelajaran secara online.

Pemerintah juga mengintruksikan sistem pembelajaran diganti dari tatap muka menjadi pembelajaran secara virtual atau daring (dalam jaringan). Tentu saja hal ini menjadi pro dan kontra bagi mahasiswa karena disadari atau tidak kuliah daring ini dinilai kurang efektif dan juga kurang maksimal. Tetapi apa daya, hanya ini menjadi salah satu cara untuk melakukan proses belajar mengajar. Keluh kesah datang bermuncullan baik dari mahasiswa dan orang tua. Sistem pembelajaran yang dilalui secara virtual tidaklah mudah, belum lagi ditambah dengan tugas yang diberikan secara online yang sama sekali tidak dipahami mahasiswa juga sering terjadi kesalahpahaman antara dosen dan mahasiswa.

Begitu juga keluhan orang tua yang harus menyediakan selalu kuota internet untuk anak-anaknya.
Harapan mahasiswa terkait mengenai kuliah daring ini pihak kampus menyediakan bahan yang cukup dalam pembelajaran daring ini. Seperti video presentasi dari dosen bukan hanya sekedar bahan mentah saja tanpa adanya penjelasan mata kuliah yang dilakukan. Dengan demikian kerja sama tersebut diharapkan proses kuliah daring ini tetap berjalan dengan lancar dan hasil yang memuaskan seperti proses belajar mengajar dalam sistem tatap muka pada umumnya.