Webinar: Vaksin dan Puasa pada Masa Pandemi

Redaksi 04 April 2021 | 17:50 18
Webinar: Vaksin dan Puasa pada Masa Pandemi

Foto : Mimi Asri

Oleh: Silfia Meri Wulandari, S.K.M,. M.P.H
Wa.Sekretaris Majelis Tabligh PW ‘Aisyiyah Aceh

Dalam rangkaian acara Sosialisasi Tanfidz Munas Tarjih 2021 dan Silaturahim Penyambutan Ramadhan 1442H Muhammadyah dan Ortom se-Aceh, tanggal 1-3 April 2021 memalui Aplikasi Zoom Meeting, PW Muhammadiyah Aceh mengadakan salah satunya webinar di tanggal 3 April dengan judul “Vaksin dan Puasa pada Masa Pandemi” yang disampaikan oleh dr. Aslinar, Sp.A,. M. Biomed. (Dokter Spesialis Anak dan juga Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PW ‘Aisyiyah Aceh.

Acara dimoderatori oleh Silfia Meri Wulandari, S.K.M,. M.P.H. Acara berlangsung dari pukul 20.34 sampai 22.07 dihadiri sebanyak 115 participant. Selain dari wilayah Aceh sendiri, juga hadir beberapa orang dari Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dan ada juga participant dari provinsi lain yaitu Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sulawesi Barat.
Dalam penyampaiannya, dr.Aslinar menjelaskan bahwa Vaksin sekarang yang digunakan adalah vaksin Sinovac yang berasal dari Perusahaan Sinovac BioTech yang merupakan Farmasi Cina yang sudah mengembangkan vaksin Covid-19 bernama Coronavac. Vaksin ini sudah mendapatkan label Halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan sudah melalui Uji Klinis Fase III BPOM sehingga Pemerintah menyimpulkan dan sudah menjamin keamanannya untuk digunakan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Namun begitu ada beberapa kategori orang yang tidak bisa mendapatkan vaksin ini antara lain adalah pasien yang menderita autoimun, Ibu hamil, usia >59tahun yang mengalami kondisi fraility, ini harus dikonsultasikan ke dokter spesialis penyakit dalam terlebih dahulu.

Jarang sekali terjadi gejala serius setelah mendapatkan vaksin tersebut, hanya saja ada mengalami pegal ringan, bengkak ditempat suntikkan atau demam ringan. Karena prinsip dasar imunisasi adalah meningkatkan kekebalan tubuh secara aktif, sehingga jika suatu saat terpajan, tidak mengalami kondisi yang berat atau hanya mengalami sakit ringan saja, sambung Aslinar.

Dilanjutkan bahwa, dari Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait Tuntunan Ibadah Ramadhan 1442H dalam Kondisi Darurat Covid-19, menyatakan bahwa, pada saat berpuasa, vaksinasi tetap bisa dilakukan dan tidak membatalkan puasa karena vaksin diberikan tidak melalui rongga mulut/hidung serta memuaaskan keinginan dan bukan pula merupakan zat makanan yang mengenyangkan (menambah energi).

Salah satu pertanyaan yang diajukan oleh participant, yang bernama Bapak Saiful Bin Ramli Usman bahwa, “Apakah jika sudah di vaksin, kondisi tubuh akan kebal terhadap virus dan tidak perlu menggunakan masker, tidak mencuci tangan dengan rutin dan bisa berbaur seperti dulu lagi?”.

dr. Aslinar menjawab bahwa, “Vaksin itu salah satu ikhtiar kita untuk terhindar dari penyakit sehingga kita perlu untuk menerapkan ikhtiar lainnya guna memaksimalkan kondisi tubuh agar lebih baik dalam merespon serangan berbagai penyakit, yaitu dengan menerapkan 3M dengan disiplin”.

Dan kondisi berpuasa yang sebentar lagi akan kita jalankan adalah saat detokfisikasi tubuh yang sangat ampuh membuang zat/racun yang tidak diperlukan oleh tubuh. Dan tubuh akan mengalami regenerasi sel dengan baik, memperkuat sistem kekebalan tubuh karena sel getah bening akan membaik 10 kali lipata. Dan saat menjalankan puasa, tubuh harus dicukupkan dengan nutri dan serat yanng baik, minum air putih min.8L, istirahat yang cukup, olah raga ringan, minum suplement/obat bagi pasien kronis dan terakhir adalah tetap terapkan protokol kesehatan dengan baik.

Dengan berakhirnya webinar ini, maka selesai pula rangkaian acara yang diselenggarakan oleh PW Muhammadiyah Aceh, yang ditutup oleh DR. Muharrir As’ary, Lc,. M. Ag, selaku Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh. Pesan beliau adalah, selamat menjalankan ibadah Ramadhan dan selamat menebar kebermanfaat bagi sekeliling dan mencerahkan masyarakat Aceh dengan semua potensi yanng dimiliki.