Pahlawan, Politik Ingatan, dan Rebutan Legitimasi
Antara Soekarno, Soeharto dan Daud Beureueh
Menentukan pahlawan berarti menentukan versi kebenaran. Dan di negeri yang ingatan kolektifnya rapuh, sejarah sering kali bukan ditulis oleh para pemenang, melainkan oleh mereka yang berhasil menaturalisasi narasinya.
Pada akhirnya, gelar pahlawan memang penting sebagai penghormatan negara. Tetapi yang lebih penting lagi adalah kejujuran sejarah dan pendidikan publik tentang kompleksitas para tokoh yang membentuk republik ini. Sebab pahlawan sejati tidak dilahirkan dari pemutihan kesalahan, melainkan dari keberanian kita menghadapi masa lalu tanpa rasa takut maupun dendam.
Dan barangkali, sebelum terburu-buru memberi atau menolak gelar, kita perlu bertanya: apa yang sesungguhnya ingin kita rayakan -- pengabdian, pengorbanan, kekuasaan, atau sekadar tunjangan?
(* Penulis adalah pemerhati sosial, seni, budaya, dan politik)