Seorang Warga Demo Tunggal Minta Kadisdik Aceh Dicopot

Redaksi 21 September 2021 | 18:49 42
Seorang Warga Demo Tunggal Minta Kadisdik Aceh Dicopot

Foto : Merdeka.com

BANDA ACEH | Koranindependen.co -- Salah seorang warga Aceh, Syakya Meirizal melakukan aksi demo seorang diri di depan kantor Dinas Pendidikan Aceh pada selasa (21/09/21). Dia juga  membentangkan spanduk yang mengkritip pernyataan Kadisdik yang mengundang kontroversial yang mengancam kepala sekolah untuk mundur jika tidak mampu melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk pelajar.

"Pernyataan Kadis itu bentuk arogansi. Tuntutan yang tidak logis kepada kepala sekolah. Seharusnya yang mundur, bahkan dipecat jika vaksinasi kepada pelajar ini tak mencapai target, kepala dinas itu sendiri sebagai top leader dari dunia pendidikan yang ada di Aceh," kata Syakya.

Dalam aksi tunggalnya itu, Syakya Meirizal mengusung spanduk bertuliskan 'jika target vaksinasi tidak tercapai pada 30 September #PecatAlhudri dari kepala dinas pendidikan Aceh, bukan kepsek yang harus mundur'.

Menurutnya, tuntutan bernada ancaman yang di lontarkan Alhudri kepada para kepala sekolah melalui sebuah media massa itu tidak logis. Sebab menurutnya, dalam waktu 10 hari mendatang mana mungkin bisa tercapai vaksinasi pelajar di Aceh yang jumlahnya sekitar 570 ribu siswa.

Sebelumnya, pada Minggu (18/09) lalu, Kapala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri mengancam para kepala sekolah SMA, SMK dan SLB, jika tak dapat mencapai target vaksinasi Covid-19 hingga batas 30 September 2021, diminta untuk mundur saja dari jabatannya sebagai kepala sekolah menuai kecaman dari berbagai pihak. (CRFR)