Terkait Laporan Prof Darmawi dan Susi Sriwahyuni, Mendikbudristek Klarifikasi Rektor UTU

Redaksi 18 April 2022 | 22:38 61
Terkait Laporan Prof Darmawi dan Susi Sriwahyuni, Mendikbudristek Klarifikasi Rektor UTU

ACEH | Koranindependen.co - Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi, melalui  Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, meminta Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) untuk memberi klarifikasi, terkait permohonan peninjauan kembali bakal calon Rektor dan Senat Universitas Teuku Umar.

Penegasan itu disampaikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi melalui suratnya, nomor; 2151/E1/TI.00.02/2022, tanggal 17 April 2022, yang ditandatangan Tjijik Srie Tjahjandarie (Plt Sekretaris Direktorat Jenderal).

Lantas, apa isinya? “Berkenan surat Dekan dan Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar a.n Prof. Dr. Drh. Darmawi, M.Si dan Susy Sriwahyuni S, SKM,M.Si, tanggal 12 April 2022 yang ditujukan kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi,hal pada pokok surat, dalam rangka tertib administrasi dan tertib pada aspek penegakan hukum, bersama ini kami mohon kepada saudara untuk segera memberikan klarifikasi/tanggapan dengan disertai data, dokumen, dan/atau fakta berupa kronologi atas kebenaran pengaduan yang disampai oleh yang bersangkutan”.

Selain itu, hasil klarifikasi/tanggapan dimaksud sebut Tjijik Srie Tjahjandarie, dapat dilaporkan kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi sebagai bentuk akuntabilitas dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, serta apabila diperlukan mengambil langkah-langkah objektif dan terukur, sesuai peraturan perundang-undangan dalam rangka penyelesaian permasalahan.

Sebelumnya, Prof. Dr. Drh. Darmawi, M.Si, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) sebagai pemohon 1 dan Susy Sriwahyuni S, SKM, M.Si, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Kesehatan Masyarakat (pemohon 2) mengirim surat kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI di Jakarta.

Surat tanggal 12 April 2022 dengan perihal; permohonan peninjauan kembali bakal calon Rektor dan Senat UTU ini, isinya memuat sembilan alasan utama.

Misal, Prof Darmawi dan Susy Sriwahyuni mengungkap, dekan, para wakil  dekan dan koordinator program studi Fakultas Kesehatan Masyarakat, adalah senat fakultas tersebut, yang memiliki hak kebebasan dalam memilih pada proses penetapan wakil senat, untuk anggota senat UTU. Ini sesuai Permen Ristekdikti No:71/2016, tentang statuta UTU (pasal 29: (2).

Begitupun ulas Prof Darmawi, sebagai atasan, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UTU, Dr. Ishak M.Si, berkali-kali memerintah secara lisan maupun telpon seluler kepada dekan, para wakil dekan dan koordinator program studi Fakultas Kesehatan Masyarakat sebagai bawahannya, agar memilih dan mengajukan Arfah Husna, SKM,M. Kes, untuk mewakili senat fakultas dimaksud untuk anggota senat UTU.
Perintah dimaksud sebut Prof Darmawi dalam suratnya ini, untuk menambah dukungan suara senat kepada Dr. Ishak sebagai bakal calon Rektor UTU Periode 2022-2026.

Hasilnya, sebagai bentuk kepatuhan bawahan kepada atasan, maka dekan dan wakil dekan serta koordinator program studi tadi, telah mengikuti dan menetapkan Arfah Husna sebagai wakil senat FKM, untuk anggota senat UTU dibawah Dr. Ishak. Dan, Arfah telah aktif mengikuti sidang senat universitas dalam proses penetapan bakal calon rektor UTU.

Nah, atas berbagai masalah tadi, Prof. Dr. Drh. Darmawi, M.Si dan (pemohon 1) dan Susy Sriwahyuni S, SKM,M.Si (pemohon 2) mengajukan permohonan kepada Menristekdikti, untuk mengembalikan hak kebebasan memilih dan penetapan kembali wakil senat dari FKM untuk anggota senat UTU.

Tak hanya itu, keduanya juga meminta posisi Arfah Husna ditinjau kembali dan susunan anggota senat UTU periode 2022-2026. Termasuk meninjau kembali hasil seleksi senat UTU yang telah menetapkan Dr. Ishak sebagai bakal calon Rektor UTU.

Selain itu, meminta penugasan wewenang Dr. Ishak sebagai Warek Bidang Umum dan Keuangan UTU ditinjau kembali dengan segala konsekwensinya.

Sementara itu Rektor UTU Prof. Jasman J. Ma'ruf, SE., MBA tak menjawab konfirmasi media ini melalui telpon seluler.
Sekedar informasi, tahap penyaringan bakal calon Rektor UTU diawali dengan sosialisasi bakal calon pada 11 hingga 14 April 2022. Ini terkait pemaparan visi, misi, dan program kerja oleh balon rektor di hadapan Rapat Senat Terbuka yang dihadiri pejabat Kemendikbudristek.

Selanjutnya pemilihan oleh senat dalam Rapat Senat Tertutup dalam hari yang sama yang digelar yaitu, Senin, 18 April 2022. Dan, tanggal 20 April 2022, senat menyampaikan tiga nama calon Rektor UTU kepada Mendikbudristek.

Sementara itu, pada pemilihan calon Rektor UTU hari ini, Prof Dr. Muchlisin ZA, SPi, MSi dari Universitas Syiah Kuala (USK) meraih satu suara. Dr Ir Azhari, MSi Dr M Akmal, SSos, MA, Universitas Malikussaleh (Unimal) masing-masing nol dan empat suara. Sedangkan Dr Tengku Muhammad Sahudra, MPd (4 suara), dan satu suara rusak. (*)

Sumber : Modus Aceh